----------perpisahan---------
pernahkah terfikirkan oleh kita bahwa suatu saaat kita akan benar-benar berpisah, raga berpisah dengan jiwanya, hati berpisah dengan raganya, suami berpisah dengan istinya anak berpisah dengan orang tuanya......lalu sipakah yang tidak pernah berpisah, yang selalu ada dan berada untuk kita, dialah KUASA ILAHI. tangannya selalu ada untuk kita,tatapannya selalu menyorotkan kasih yang begitu tulus dan cintanya selalu ABADI.
tidak seperti manusia, yang selalu berubah-ubah pikirannya,yang selalu memimpikan kesempurnaan,yang selalu mengidamkan kedamaian, padahal manusia sendirilah sumber masalah itu. raga manusia begitu rakus selalu ingin yang lebih dari apa yang dimilikinya.
akankah manusia berubah? jawabanya pasti. manusia selalu akan berubah entah berubah jadi baik atau berubah menjadi lebih buruk ini semua adalah pilihan hidup tiap pribadi yang harus dilaluinya. berpisah adalah pilihan hidup tiap manusia dengan berbagai konsekuensinya. lalu mengapa ada perpisahan? karena pilihannya memang berpisah. saat salah satu pihak pasangan memutuskan berpisah itu lebih dikrenakan karena banyak hal yang sangat kompleks, tidak mungkin alasannya karena tidak cocok, mengapa aku katakan tidak cocok bukan alasan? namanya saja satu raga belum tentu cocok. hati dengan mulut belum tentu cocok hatinya berkata apa yang keluar dari mulut entah apa. dan sebagainya. maka ketidakcocokan bukanlah alasan utama untuk berpisah. karena tiap pribadi yang satu dengan yang lain pasti tidak akan pernah cocok. tapi pribadi yang hebat adalah manakala ia bisa mencocokkan hal-hal yang tidak cocok untuk menuju keselarasan hidup. diibaratkan ying dengan yang hitam, dengan putih,langit dengan bumi,laki-laki dan perempuan,dan lain sebagainya. toh mereka tetap hidup dan memberi kehidupan, lalu mengapa manusia selalu mengatasnamakan ketidakcocokan atas nama perpisahan. lucu memang. dan aku rasa reason is not reasonable.
tapi itulah perbedaan yang harus kita hargai. toh piala tertinggi dalam social culture adalah menghargai orang lain. perpisahan engakau telah menghampiriku dan aku harus menyambutmu kemudian menyapamu dan akhirnya aku harus menerima bahwa perpisahan salah satu suratan takdir yang harus aku terima...............
Sabtu, 03 Juli 2010
Jumat, 02 Juli 2010
kesedihan......
pernah suatu saat hati ini begitu terpuruk dengan keadaan, sehingga hanya uraian air mata yang berbicara. mulut dengan setianya tetap terkunci, untuk mencoba berkomitmen dengan hati. kata hati"hai mulut kau harus bisa menjaga rahasia ini" lalu mulutpun dng agak berbisik berkata kepada hati"iya iya hati.....aku akan pegang rahasiamu".....lalu mereka berkomitmen untuk saling menjaga komitmen itu, hingga suatu saat ada yg terpuruk lemah tak berdaya menyaksikan komitmen mereka... ya yaya ya ya dialah raga pemilik mulut dan hati.
raga itu terjatuh,tersungkur tergeletak tak berdaya menahan rasa yang terbebani begitu dalam. sakitkah raga itu? tak berdayakah raga itu? atau tak kuatkah raga itu menanggung lara hati yang begitu dalam? jawaban kemungkinannya ialah iya. raga itu akhirnya harus bersahabat dengan suntikan dan infus untuk sekedar memperbaiki sistem organ yang rusak akibat lara hati. wahai lara mengapa kau menghampiri raga ini? mengapa kau menyapa hati ini? sedangkan kau tau wahai lara, hati ini begitu rapuh..........hati ini begitu halus. lalu mengapa hentakan dan tendangan laramu begitu menghentak kalbu.
wahai pesona yang pernah begitu aku perjuangkan dengan segenap hatiku.........
dengan seluruh jiwa ragaku..............mengapa kau lemparkan busur lara tepat dijantung hatiku?
mengapa kau hempaskan tolakpeluru dengan peluru nan runcing menghempas sanubariku. aku tau......aku tau.....dan aku mengerti......kau memiliki selir hati. selir hati yang membuatmu mencampakkan aku?selir hati yg membuatmu menceraikan komitmen suci di hadapan ILAHI. Selir hati yang terlanjur meluluhlantakkan tatanan hati nan pasrah dan nrimo. selir hati ......wahai selir hati pencetus rasa penikmat raga bagi pendolim, jangan....jangan kau teruskan lagi, jangan kau racuni hati para pendiri cinta nan indah untuk sekedar rasa petualangmu. biarlah jiwa bertualangmu dengan sesama petualang saja, bukan untuk para suami suami wanita lain,bukan untuk para bapak,ayah,abi,babah,ataupun papa malaikat kecil. cukup engkau saja yang melakukan itu.......jangan ajak pesonaku untuk mengikutimu.....karena apa yang kau lakukan itu merusak tatanan hati para wanita lain...............
wahai kesedihan akan kututupi engkau dengan tawa hambar ini,agar kesedihan itu sedikit tertutup lukanya,agar kesedihan ini tidak tumbuh subur menghiasi hati dan raga......
kesedihan berlalulah dalam kehidupanku.......
pergilah .............
pergilah................
agar aku lebih tenang dalam hidupku,dalam kedihupanku dan dalam ibadahku.....good bye.......
pernah suatu saat hati ini begitu terpuruk dengan keadaan, sehingga hanya uraian air mata yang berbicara. mulut dengan setianya tetap terkunci, untuk mencoba berkomitmen dengan hati. kata hati"hai mulut kau harus bisa menjaga rahasia ini" lalu mulutpun dng agak berbisik berkata kepada hati"iya iya hati.....aku akan pegang rahasiamu".....lalu mereka berkomitmen untuk saling menjaga komitmen itu, hingga suatu saat ada yg terpuruk lemah tak berdaya menyaksikan komitmen mereka... ya yaya ya ya dialah raga pemilik mulut dan hati.
raga itu terjatuh,tersungkur tergeletak tak berdaya menahan rasa yang terbebani begitu dalam. sakitkah raga itu? tak berdayakah raga itu? atau tak kuatkah raga itu menanggung lara hati yang begitu dalam? jawaban kemungkinannya ialah iya. raga itu akhirnya harus bersahabat dengan suntikan dan infus untuk sekedar memperbaiki sistem organ yang rusak akibat lara hati. wahai lara mengapa kau menghampiri raga ini? mengapa kau menyapa hati ini? sedangkan kau tau wahai lara, hati ini begitu rapuh..........hati ini begitu halus. lalu mengapa hentakan dan tendangan laramu begitu menghentak kalbu.
wahai pesona yang pernah begitu aku perjuangkan dengan segenap hatiku.........
dengan seluruh jiwa ragaku..............mengapa kau lemparkan busur lara tepat dijantung hatiku?
mengapa kau hempaskan tolakpeluru dengan peluru nan runcing menghempas sanubariku. aku tau......aku tau.....dan aku mengerti......kau memiliki selir hati. selir hati yang membuatmu mencampakkan aku?selir hati yg membuatmu menceraikan komitmen suci di hadapan ILAHI. Selir hati yang terlanjur meluluhlantakkan tatanan hati nan pasrah dan nrimo. selir hati ......wahai selir hati pencetus rasa penikmat raga bagi pendolim, jangan....jangan kau teruskan lagi, jangan kau racuni hati para pendiri cinta nan indah untuk sekedar rasa petualangmu. biarlah jiwa bertualangmu dengan sesama petualang saja, bukan untuk para suami suami wanita lain,bukan untuk para bapak,ayah,abi,babah,ataupun papa malaikat kecil. cukup engkau saja yang melakukan itu.......jangan ajak pesonaku untuk mengikutimu.....karena apa yang kau lakukan itu merusak tatanan hati para wanita lain...............
wahai kesedihan akan kututupi engkau dengan tawa hambar ini,agar kesedihan itu sedikit tertutup lukanya,agar kesedihan ini tidak tumbuh subur menghiasi hati dan raga......
kesedihan berlalulah dalam kehidupanku.......
pergilah .............
pergilah................
agar aku lebih tenang dalam hidupku,dalam kedihupanku dan dalam ibadahku.....good bye.......
--------teman---------
teman hidupkah......
teman sehatikah.....
atau teman sebatas teman?
lalu dimanakah temanku? pujaan hatiku? tautan hidupku?
harapanku..........
dia sedang berkelana
mencari aku......
lalu kapankah kita bertemu?
atau.....
akankah kita bertemu.......
aku tak tau......
aku tak mengerti......
aku jga tak bisa menjawabnya.......
karena....
aku hanyalah wayang hidup.....
dalanglah yang menggerakkanku....
dalanglah yang akan menemukan tautan hidupku.......
dimana?kapan?
itu....aku lebih tak tau.....
namun..... kasih yang maha KUASA lebih indah...
lebih hakiki.....
sehingga dengan kasihnya aku pasti bertemu dengan tautan hatiku.....
apapun rupanya...
apapun keadaanya....
itulah yang terbaik yang diberikan sang DALANG.....kepadaku.....
berikan...berikanlah.....
dekatkan....dekatkanlah......
apapun skenario selanjutnnya untukku....
aku siap......aku mau...
krena hidup adalah perjuangan....
karena teman akan ku perjuangkan.....
teman hidupkah......
teman sehatikah.....
atau teman sebatas teman?
lalu dimanakah temanku? pujaan hatiku? tautan hidupku?
harapanku..........
dia sedang berkelana
mencari aku......
lalu kapankah kita bertemu?
atau.....
akankah kita bertemu.......
aku tak tau......
aku tak mengerti......
aku jga tak bisa menjawabnya.......
karena....
aku hanyalah wayang hidup.....
dalanglah yang menggerakkanku....
dalanglah yang akan menemukan tautan hidupku.......
dimana?kapan?
itu....aku lebih tak tau.....
namun..... kasih yang maha KUASA lebih indah...
lebih hakiki.....
sehingga dengan kasihnya aku pasti bertemu dengan tautan hatiku.....
apapun rupanya...
apapun keadaanya....
itulah yang terbaik yang diberikan sang DALANG.....kepadaku.....
berikan...berikanlah.....
dekatkan....dekatkanlah......
apapun skenario selanjutnnya untukku....
aku siap......aku mau...
krena hidup adalah perjuangan....
karena teman akan ku perjuangkan.....
Langganan:
Postingan (Atom)